Tag Archive for maluku utara

Informasi Terbaru Mengenai Batu Bacan Palamea dengan Batu Bacan Doko

Photobucket

Penghasil batu bacan adalah Pulau Kasiruta,kecamatan Bacan Barat yaitu Desa Palamea, Desa Doko, dan Desa Akelamo (Bisori) dan Desa Imbu-imbu.

Jarak antara keempat desa itu 3-5 km, berurutan dan bertetangga. Pertama kali  desa yang ditemui  adalah Desa Imbu-imbu, kemudian Desa Bisori selanjutnya  Desa Doko dan Desa Palamea. Selama ini hanya 2 Desa yang dikenal sebagai penghasil batu bacan yaitu Desa Palamea dan Desa Doko.Padahal batu Akelamo atau sering disebut juga batu Bisori kualitasnya cukup bagus.

Batu bacan Palamea rata-rata mempunyai satu warna hijau muda cerah dan ketika sudah kristal sangat indah dilihat sehingga banyak digemari orang atau kolektor batu permata. Tetapi, sekarang sudah ditemukan lokasi baru penambangan batu bacan palamea  di desa Palamea yang warnanya adalah hijau kebiruan. Kualitas batu bacan palamea ini sama dengan batu bacan doko yaitu tingkat kekerasannya sangat tinggi. Pertama kali ditemui, batu tersebut hitam pekat, kemudian mengalami proses menjadi warna hijau kebiruan.

Contoh batu bacan palamea di lokasi penambangan baru yang kualitasnya sama seperti batu bacan doko dapat dilihat pada gambar di bawah ini :


DSC02869DSC02873

 

Sedangkan batu bacan Doko lebih beragam warnanya, yang sangat digemari hijau cincau (penampakan luar batu kehitaman tetapi disenter hijau), biru laut, warna kuning, warna kembang, warna teh, dan warna hati hiu.

Namun, ada juga batu bacan Doko yang warna dan kebeningannya mirip dengan batu bacan Palamea tetapi sulit ditemukan.
Batu bacan Doko sekarang ini juga menjadi incaran kolektor batu permata karena proses perubahan menjadi kristal/ bening sangat cepat.

Banyak sekali orang yang memiliki mata cincin batu bacan Doko cincau yang tadinya penampakan warna luarnya kehitaman, disimpan dan dipakai selama 3-4 bulan berubah warna menjadi hijau tua.

Sedangkan batu bacan Palamea ada juga yang disebut pido, karena zat kapurnya sangat tinggi.

Batu Pido yang masih bongkahan waktu disenter, bias cahaya bagus tembus sampai 3-4 cm tetapi setelah digosok menjadi mata cincin warnanya batu pucat karena batu masih muda. Batu Pido Palamea proses Kristal/menjadi bening lebih lama dari Batu Palamea. Tetapi, sekarang ini lokasi penambangan batu bacan pido palamea sudah tidak digali lagi karena banyak keluhan dari penggemar batu mengenai kadar kapur yang tinggi dari batu  tersebut.
Tingkat kekerasan batu bacan Doko sangat tinggi dibandingkan batu bacan Palamea, ketika proses pemotongan bongkahan, batu tersebut menyala hampir seperti memotong besi.
Lokasi penambangan batu bacan biasanya terletak di belakang atau samping Desa.

Medan untuk menempuh lokasi penambangan cukup sulit karena melalui bukit, bergunung, melewati lembah dan sungai.

Selain batu bacan yang dihasilkan dari lokasi penambangan, rupanya banyak juga ditemukan batu Mangan (Mg). Para penambang menyebut nama batu Mangan adalah “ batu Angus “.

Gambar batu bacan doko hijau cincau

Gambar batu bacan palamea

Jika anda ingin membeli batu bacan yang asli bisa menghubungi saya ( Yuris  hp 085240543725 dan pin BB 2A481C47)  karena saya mendapatkan batu bacan langsung dari penambang batu bacan di pulau Kasiruta yaitu desa Palamea dan desa Doko. Hati-hati sekarang ini banyak batu lain  yang mengatakan/mengklaim batu bacan, contohnya batu halmahera dan batu obi yang menyatakan adalah batu bacan dari lokasi batu bacan lainnya yaitu halmahera dan  obi. Batu tersebut memang mirip dan tingkat kebeningannya sempurna tetapi tingkat kekerasannya rendah; banyak orang tertipu mengira batu tersebut adalah batu bacan. Batu bacan yang asli adalah dari pulau kasiruta, pulau tersendiri dan terpisah dari pulau Bacan. Perlu diketahui, Pulau Halmahera dan Pulau Obi adalah pulau besar dan tersendiri, sangat jauh dari Pulau Kasiruta. Saya sarankan kalau anda ingin mengetahui atau membuktikan bahwa batu bacan itu adalah batu hidup dan melebihi dari warna giok yang bisa berubah warna lebih indah , belilah batu bacan proses.

Pulau Kasiruta Sebagai Penghasil Batu Mulia Krisokola dan Jasper

Photobucket


Kelompok Program Penelitian Mineral, Pusat Sumberdaya Geologi pada tahun 2008 telah melakukan eksplorasi umum endapan batu mulia di daerah pulau Kasiruta kabupaten Halmahera Selatan. Keterdapatan batumulia krisokola di daerah Pulau Kasiruta ini tersebar di tujuh lokasi meliputi wilayah empat desa, yaitu Desa Palamea, Desa Imbuimbu, Desa Doko dan Desa Bisori. Sedangkan batumulia jasper tersebar di dua desa yakni Desa Doko dan Desa Imbuimbu.

Krisokola dijumpai berwarna hijau kebiruan, bersifat amorf dengan kekerasan berkisar antara 3 – 4 pada skala Mohs. Kilap tanah sampai kaca, dan bersifat translusen sampai opak. Krisokola primer dijumpai terdapat sebagai urat-urat pengisi rekahan dalam batuan breksi volkanik dan lava andesit. Urat-urat dijumpai setempat-setempat dengan ketebalan berkisar antara 0,5 – 20 cm dan panjang tidak menentu, umumnya sekitar 1 – 50 cm. Urat berbentuk tidak beraturan dengan arah umum N 300o E. Sebagian krisokola ini telah mengalami proses silisifikasi sehingga kekerasan dapat mencapai 7 pada skala Mohs.

Jasper termasuk golongan kuarsa mikrokristalin granular yang mempunyai campuran bermacam-macam warna dan biasanya pekat. Kekerasannya antara 6,5 – 7 pada skala Mohs dan berat jenis 2,7. Batu mulia Jasper di pulau Kasiruta ditemui berupa bongkahan berwarna coklat muda hingga coklat tua, keras dan masif, ada juga berwarna coklat muda hingga abu-abu kekuningan, keras; bongkahann berwarna coklat kemerahan dan kehijauan.

Pemanfaatan batumulia krisokola dan jasper cukup banyak dan beragam terutama sebagai bahan baku untuk perhiasan.  Sehubungan semakin meningkatnya kebutuhan batumulia dewasa ini, maka kebutuhan bahan baku batumulia juga meningkat.

Gambar berikut adalah contoh batu mulia Krisokola dan batu mulia Jasper dalam bentuk bongkahan

Contoh Batu Mulia Krisokola

 

Contoh Batu Mulia Jasper

 

 

 

 

Pemandangan Pulau Kasiruta Bacan

Photobucket

Pulau Kasiruta terdapat di Provinsi Maluku Utara. Merupakan pulau tersendiri dari pulau bacan, kabupaten Halmahera Selatan. Dari ibukota kabupaten Labuha, memerlukan waktu 4-5 jam  untuk sampai di pulau Kasiruta. Desa penghasil batu bacan menghadap ke arah barat, di sana cuaca buruk yang ditakuti masyarakat adalah angin barat dan angin selatan, gelombang sangat besar dan matahari terbenam sampai masuk ke dalam laut.

Desa penghasil batu bacan yang berurutan pertama kali dijumpai di pulau Kasiruta adalah Desa Imbu-imbu, Desa Bisori, Desa Doko dan terakhir Desa Palamea. Saat ini,   Desa imbu-imbu dan desa Bisori sudah ada penambang, jadi bukan hanya desa Doko dan Desa Palamea saja yang ada penambang. Tetapi, Masyarakat Desa Imbu-imbu dan Desa Bisori tidak terlalu ngotot menambang batu bacan karena bisa 4 sampai 6 bulan mereka bekerja belum mendapatkan hasil. Karena itulah, hanya 2 desa yaitu desa doko dan desa palamea yang dikenal sebagai tempat penghasil batu bacan.

Penduduk asli Desa Doko dan Desa Palamea adalah suku Galela yang semuanya muslim. Dulunya, mereka bermatapencaharian petani kelapa dan petani kakao. Mata pencaharian sampingan adalah mencari damar. Di desa doko, ada seorang bapak penduduk asli yang cukup berhasil dalam bisnis batu bacan. Mulai dikenalnya batu bacan sebagai batu permata yang sangat digemari masyarakat dan menjadi primadona sehingga harga batu bacan mulai mahal menyebabkan masyarakat di desa tersebut menjadi lebih baik taraf kehidupannya daripada waktu  sebelum batu bacan dikenal.


     Pemandangan Desa Doko, Pulau Kasiruta

                                                            Ilustrasi Susunan Batu Bacan di Dalam Tanah

 

Keunikan Batu Bacan

Photobucket

Batu bacan berbeda dengan batu  lainnya. Keunikan batu bacan adalah mengalami proses metamorfosis, batu mengalami perubahan dan biasanya  berubah menjadi lebih baik. Contoh proses tersebut : Batu bacan  pertama kali di dapat tampak jelek, kasar, dan warna hitam. Tetapi, seiring dengan waktu yang tadinya berwarna hitam bisa menjadi hijau, yang tadinya permukaan kasar bisa menjadi halus. Sehingga banyak orang mengatakan batu bacan adalah batu hidup.

Hal  itulah yang menyebabkan harga batu bacan bisa menjadi mahal. Biasanya batu bacan yang kualitas super mencapai puluh hingga ratusan juta/ kg. Batu bacan bila dibandingkan dengan batu lainnya, misalnya dibandingkan dengan batu jawa/kalimantan  : batu jawa/kalimantan pertama kali didapat warnanya hijau dan bening atau permukaanya kasar, seiring dengan waktu warna dan permukaannya begitu saja/tidak berubah dari pertama kali didapat.

Batu bacan mulai dikenal era 2000an pasca kerusuhan Maluku/Maluku Utara. Awalnya Turis dari Jawa dan turis Manca Negara datang ke Pulau Kasiruta, Bacan Barat. Mereka diperlihatkan batu bacan  oleh penduduk setempat  dan  turis berani membeli mahal batu tersebut. Sehingga Lama kelamaan harga menjadi mahal. Sampai sekarang pun turis  manca negara dan Jakarta selalu datang mencari batu bacan  (‘berburu batu bacan”).