Tag Archive for bacan

Penyebab Batu Bacan Sangat Terkenal di Dunia

Photobucket

Batu bacan sudah dikenal pada zaman kesultanan Maluku Utara, dengan bukti mahkota-mahkota yang dipakai oleh kesultanan di Maluku Utara terdapat batu permata bacan.

Pada 1960an, saat kedatangan presiden RI pertama, Soekarno, di pulau Bacan (kota Labuha), masyarakat memberikan cindera mata berupa batu bacan kepada Presiden Soekarno.

Kelebihan batu bacan berbeda dengan batu-batu permata lainnya dan warnanya bermacam-macam, yaitu hijau, kuning tua,kuning muda,hijau cincau sampai 3 jenis, merah, putih bening, putih susu, warna teh, keunguan, coklat, warna kembang ada 2 sampai 9 warna, hijau muda seperti warna permen relaxa.

Batu Bacan Panca Warna didominasi Merah

            Contoh jenis batu bacan panca warna dominan merah

Batu Bacan Warna Teh

Contoh bahan batu bacan warna teh foto tanpa disenter

DSC02499

Contoh bahan batu bacan warna teh dengan disenter dari bawah

Dari semua jenis batu bacan ini, cepat atau lambat batu akan proses berubah menjadi lebih indah sehingga batu bacan disebut batu hidup.
Batu bacan proses memiliki beberapa tahap proses perubahan.

DSC02750


Contoh mata cincin batu bacan hijau doko dengan cincin emas, mata batu bacan hijau menyerap bahan emas,

sehingga di dalam batu bacan terdapat bintik-bintik emas

 

Sebagai contoh Batu bacan proses awal warna dasar hitam , seiring dengan waktu mengalami proses perubahan warna yang hitam menjadi hijau, tetapi tidak semua bongkahan sekaligus 100% berubah warna menjadi hijau tapi bertahap; ada yang hitam dan ada yang hijau.

Setelah perubahan warna menjadi hijau mengalami 3 proses tahapan lagi; dari hijau menjadi proses pembersihan dan dari bersih menjadi proses bening. Sesudah bening mengalami proses lagi di dalamnya menjadi seperti air dan lama kelamaan di dalam batu bacan tersebut seluruhnya menjadi seperti air.

Kalau mau proses perubahan warna menjadi cepat, maka bentuklah batu bacan menjadi mata cincin atau mata kalung (bahan sudah diproses menjadi bahan jadi) dan langsung dipakai sebagai kalung dan cincin.

Ada batu bacan juga yang hijau sangat muda (bukan warna hijau cincau dan warna biru) mengalami proses perubahan menjadi putih susu danwarna putih susu berubah menjadi proses akhir bening.

 
DSC02873

 

Bahan batu bacan palamea proses , proses awal berwarna hitam pekat, sekarang berubah menjadi berwarna hijau kebiruan  dengan disenter dari atas

 

 

 

DSC02869

Bahan Batu Bacan palamea tanpa disenter

Proses perubahan warna batu bacan itulah yang membuat orang luar negeri sangat tercengang dan sangat kagum. Sekitar tahun 1994 orang luar negeri sudah mulai tahu keunggulan batu bacan , tetapi sayang orang Indonesia belum tahu kelebihan batu bacan asal negeri sendiri.

Pembeli batu bacan dari luar negeri terbanyak negara-negara etnis tionghoa, arab (dubai), dan sebagian Eropa.
Mulai tahun 2010 sampai sekarang barulah orang Indonesia tahu keunggulan batu bacan.

Jadi maaf, batu bacan tidak bisa disamakan seperti batu lainnya di Indonesia. Kelebihan batu bacan melebihi batu giok dan tingkat kekerasan batu bacan saja 7,5 skala Mohs seperti batu jamrud.

Sehingga bisa dikatakan batu bacan memiliki kelebihan tersendiri dan hal itulah mengapa batu bacan sangat mahal.
Hati-hati juga dengan batu imitasi; ada yang mengatakan batu bacan padahal bukan batu bacan, dan ada batu-batu permata dari luar (bukan pulau kasiruta) mengatakan batu bacan. Ada juga batu bacan mati yang dibentuk jadi mata kalung atau mata cincin dan batu tersebut tidak akan proses lagi.

 

Bahan Bacan Coklat Kekuningan jenis batumulia Jasper

Contoh bahan batu bacan super  berwarna kuning, daging semua

Saya menjual khusus batu bacan asli dari pulau kasiruta (Desa Doko dan Desa Palamea), anda bisa menghubungi saya di :
HP 0852-4054-3725/ pin BB = 2A481C47
email= yuris.gultom@gmail.com
saya sekarang tinggal di cibubur 7 dan ternate, maluku utara.

Saya asli orang Jakarta dan suami saya keturunan tionghoa asal Bacan dan rumah di ternate, maluku utara.

Kasiruta Island Generating Gemstone of Chrysocolla and Jasper

Photobucket

Group Mineral Research Program, Geological Resource Center in 2008 has been to explore the general deposition of precious stones in the  Kasiruta  island, South Halmahera district. The presence  gemstone of chryrisocolla  is spread over seven sites covering an area of four villages, the Village Palamea, Imbuimbu Village, the Village Bisori and  Doko village. While batumulia jasper scattered in two villages namely Doko Village and Imbuimbu village.

Chrysocolla found bluish green, amorphous nature of violence ranges between 3-4 on the Mohs scale. Ground up glass luster, and is translucent to opaque. Primary chrysocolla  found there as veins filling cracks in lava rocks and andesitic volcanic breccias. Veins encountered local-local with a thickness ranging from 0.5 – 20 cm long and erratic, usually about 1-50 cm. Irregularly shaped veins with the general direction N 300o E. Some chrysocolla  has undergone silicification process so that violence can be reached 7 on the Mohs scale.

Jasper belonged granular microcrystalline quartz that has a mixture of a variety of colors and are usually concentrated. Hardness between 6.5 to 7 on the Mohs scale and a specific gravity of 2.7. Jasper precious stones found on the island in the form of rough and have colours : light brown to dark brown, hard and massive, there is also a light brown to yellowish gray, hard; reddish brown and greenish.

Utilization gemstone of chrysocolla and jasper are many and varied primarily as a raw material for jewelry. Respect to the increasing needs gemstone today, the need for raw materials of gemstone also increased.

The following image is an example Rough of chrysocolla precious stones and Jasper precious stones.

Example Chrysocolla Stones


Examples  Jasper Stone

Pulau Kasiruta Sebagai Penghasil Batu Mulia Krisokola dan Jasper

Photobucket


Kelompok Program Penelitian Mineral, Pusat Sumberdaya Geologi pada tahun 2008 telah melakukan eksplorasi umum endapan batu mulia di daerah pulau Kasiruta kabupaten Halmahera Selatan. Keterdapatan batumulia krisokola di daerah Pulau Kasiruta ini tersebar di tujuh lokasi meliputi wilayah empat desa, yaitu Desa Palamea, Desa Imbuimbu, Desa Doko dan Desa Bisori. Sedangkan batumulia jasper tersebar di dua desa yakni Desa Doko dan Desa Imbuimbu.

Krisokola dijumpai berwarna hijau kebiruan, bersifat amorf dengan kekerasan berkisar antara 3 – 4 pada skala Mohs. Kilap tanah sampai kaca, dan bersifat translusen sampai opak. Krisokola primer dijumpai terdapat sebagai urat-urat pengisi rekahan dalam batuan breksi volkanik dan lava andesit. Urat-urat dijumpai setempat-setempat dengan ketebalan berkisar antara 0,5 – 20 cm dan panjang tidak menentu, umumnya sekitar 1 – 50 cm. Urat berbentuk tidak beraturan dengan arah umum N 300o E. Sebagian krisokola ini telah mengalami proses silisifikasi sehingga kekerasan dapat mencapai 7 pada skala Mohs.

Jasper termasuk golongan kuarsa mikrokristalin granular yang mempunyai campuran bermacam-macam warna dan biasanya pekat. Kekerasannya antara 6,5 – 7 pada skala Mohs dan berat jenis 2,7. Batu mulia Jasper di pulau Kasiruta ditemui berupa bongkahan berwarna coklat muda hingga coklat tua, keras dan masif, ada juga berwarna coklat muda hingga abu-abu kekuningan, keras; bongkahann berwarna coklat kemerahan dan kehijauan.

Pemanfaatan batumulia krisokola dan jasper cukup banyak dan beragam terutama sebagai bahan baku untuk perhiasan.  Sehubungan semakin meningkatnya kebutuhan batumulia dewasa ini, maka kebutuhan bahan baku batumulia juga meningkat.

Gambar berikut adalah contoh batu mulia Krisokola dan batu mulia Jasper dalam bentuk bongkahan

Contoh Batu Mulia Krisokola

 

Contoh Batu Mulia Jasper

 

 

 

 

Pemandangan Pulau Kasiruta Bacan

Photobucket

Pulau Kasiruta terdapat di Provinsi Maluku Utara. Merupakan pulau tersendiri dari pulau bacan, kabupaten Halmahera Selatan. Dari ibukota kabupaten Labuha, memerlukan waktu 4-5 jam  untuk sampai di pulau Kasiruta. Desa penghasil batu bacan menghadap ke arah barat, di sana cuaca buruk yang ditakuti masyarakat adalah angin barat dan angin selatan, gelombang sangat besar dan matahari terbenam sampai masuk ke dalam laut.

Desa penghasil batu bacan yang berurutan pertama kali dijumpai di pulau Kasiruta adalah Desa Imbu-imbu, Desa Bisori, Desa Doko dan terakhir Desa Palamea. Saat ini,   Desa imbu-imbu dan desa Bisori sudah ada penambang, jadi bukan hanya desa Doko dan Desa Palamea saja yang ada penambang. Tetapi, Masyarakat Desa Imbu-imbu dan Desa Bisori tidak terlalu ngotot menambang batu bacan karena bisa 4 sampai 6 bulan mereka bekerja belum mendapatkan hasil. Karena itulah, hanya 2 desa yaitu desa doko dan desa palamea yang dikenal sebagai tempat penghasil batu bacan.

Penduduk asli Desa Doko dan Desa Palamea adalah suku Galela yang semuanya muslim. Dulunya, mereka bermatapencaharian petani kelapa dan petani kakao. Mata pencaharian sampingan adalah mencari damar. Di desa doko, ada seorang bapak penduduk asli yang cukup berhasil dalam bisnis batu bacan. Mulai dikenalnya batu bacan sebagai batu permata yang sangat digemari masyarakat dan menjadi primadona sehingga harga batu bacan mulai mahal menyebabkan masyarakat di desa tersebut menjadi lebih baik taraf kehidupannya daripada waktu  sebelum batu bacan dikenal.


     Pemandangan Desa Doko, Pulau Kasiruta

                                                            Ilustrasi Susunan Batu Bacan di Dalam Tanah

 

Daya Tarik Pulau Bacan

Photobucket

Pulau Bacan menjadi daya tarik tersendiri di bandingkan pulau-pulau lain di Nusantara. Bahkan Sir Alfred Russel Wallace mengatakan Bacan (ia menyebut : Batchian) merupakan objek penelitian yang menarik bagi seorang ahli botani daripada pulau-lain di Nusantara.
Pulau Bacan memiliki lansekap dan keadaan tanah yang berbeda-beda, dengan beberapa sungai berukuran kecil dan besar. Banyak sungai yang bisa dijelajahi hingga jarak tertentu dan tidak ada suku primitif yang ganas. Setiap bagian Pulau Bacan dapat dikunjungi dengan aman.
Pulau ini mengandung bahan tambang seperti emas, tembaga, batu bara, mata air panas, dan geiser. Tanahnya terdiri dari batuan sedimen, batuan vulkanis, batuan kapur, dataran alluvial, dan karang. Permukaan tanahnya ada yang datar dan ada yang berbukit-bukit.
Iklim di Pulau Bacan ini basah sehingga vegetasi hutannya sangat beraneka ragam. Ohhh ya… Sir Alfred Russel Wallace melakukan perjalanan dan penelitian ilmiah di Pulau Bacan selama 6 bulan (from : The Malay Archipelago, Alfred Russel Wallace).

Super Summer Offers