Batu Bacan Warna Merah yang Langka

Photobucket

Batu bacan yang banyak dikenal masyarakat pecinta batu adalah warna hijau , kuning, susu, kembang dan biru. Batu bacan warna merah sangat jarang ditemukan/langka. Di Bacan sekarang ini batu asli Bacan sangat susah ditemukan karena batu bacan yang ada sudah banyak disimpan dan dibooking oleh pembeli Luar Negeri dan turis mancanegara apalagi setelah wisata internasional Sail Morotai 2012. Untungnya saya langsung berhubungan dengan penambang sehingga kami bisa mendapatkan bahan dan mengkoleksi atau menjual batu bacan.

Di Jakarta sekarang ini mulai marak penipuan batu bacan. Batu bacan yang dijual banyak palsu. Banyak orang yang tertipu dengan keaslian batu bacan karena menyangka batu bacan yang dibeli tampak sangat bening atau jernih dan kristal adalah batu yang bagus dan super padahal hanya batu akik saja.Hati hati dengan harga batu bacan yang murah. Kalau di Bacan sendiri, harga satu mata cincin saja yang kualitas batunya yang proses banyak warna dan butuh waktu untuk bening harganya mencapai satu juta. Di luar batu bacan sebagai contoh batu akik batu kristal sangat bening, sedangkan batu bacan adalah batu hidup atau batu proses, yang awalnya biasa saja dilihat dan ada bercak bisa berubah menjadi bening. Batu bacan yang proses biasanya lebih dari satu warna tapi proses beningnya menjadi satu warna. Sebagai contoh, Batu bacan proses awalnya adalah hitam dengan titik hijau tapi batu tersebut akan menuju satu warna adalah hijau. Batu bacan yang susah ditemui juga adalah Batu bacan yang pertama kali penampakan mata hitam pekat, disenter atau kena cahaya tampak berwarna hijau tua.

Begitu juga dengan bongkahan bacan warna merah yang saya jual (Gambar di bawah). Penamapakan pertamanya adalah batu campuran beberapa warna tapi dominan warna merah darah, seiring dengan waktu batu tersebut proses menjadi bening satu warna merah karena batu disenter berwarna merah.


Daya Tarik Pulau Bacan

Photobucket

Pulau Bacan menjadi daya tarik tersendiri di bandingkan pulau-pulau lain di Nusantara. Bahkan Sir Alfred Russel Wallace mengatakan Bacan (ia menyebut : Batchian) merupakan objek penelitian yang menarik bagi seorang ahli botani daripada pulau-lain di Nusantara.
Pulau Bacan memiliki lansekap dan keadaan tanah yang berbeda-beda, dengan beberapa sungai berukuran kecil dan besar. Banyak sungai yang bisa dijelajahi hingga jarak tertentu dan tidak ada suku primitif yang ganas. Setiap bagian Pulau Bacan dapat dikunjungi dengan aman.
Pulau ini mengandung bahan tambang seperti emas, tembaga, batu bara, mata air panas, dan geiser. Tanahnya terdiri dari batuan sedimen, batuan vulkanis, batuan kapur, dataran alluvial, dan karang. Permukaan tanahnya ada yang datar dan ada yang berbukit-bukit.
Iklim di Pulau Bacan ini basah sehingga vegetasi hutannya sangat beraneka ragam. Ohhh ya… Sir Alfred Russel Wallace melakukan perjalanan dan penelitian ilmiah di Pulau Bacan selama 6 bulan (from : The Malay Archipelago, Alfred Russel Wallace).

Super Summer Offers

Perbedaan Batu Bacan Palamea dengan Batu Bacan Doko

Photobucket

Penghasil batu bacan adalah Pulau Kasiruta,kecamatan Bacan Barat yaitu Desa Palamea, Desa Doko, dan Desa Akelamo.

Jarak antara ketiga desa itu 3-5 km, berurutan dan bertetangga. Selama ini hanya 2 Desa yang dikenal sebagai penghasil batu bacan yaitu Desa Palamea dan Desa Doko.

Padahal batu Akelamo atau sering disebut juga batu Bisori kualitasnya cukup bagus.
Batu bacan Palamea rata-rata mempunyai satu warna hijau muda cerah dan ketika sudah kristal sangat indah dilihat sehingga banyak digemari orang atau kolektor batu permata.

Sedangkan batu bacan Doko lebih beragam warnanya, yang sangat digemari hijau cincau (penampakan luar batu kehitaman tetapi disenter hijau), biru laut, warna kuning, warna kembang, warna teh, dan warna hati hiu.

Namun, ada juga batu bacan Doko yang warna dan kebeningannya mirip dengan batu bacan Palamea tetapi sulit ditemukan.
Batu bacan Doko sekarang ini juga menjadi incaran kolektor batu permata karena proses perubahan menjadi kristal/ bening sangat cepat.

Banyak sekali orang yang memiliki mata cincin batu bacan Doko cincau yang tadinya penampakan warna luarnya kehitaman, disimpan dan dipakai selama 3-4 bulan berubah warna menjadi hijau tua.

Sedangkan batu bacan Palamea ada juga yang disebut pido, karena zat kapurnya sangat tinggi.

Batu Pido yang masih bongkahan waktu disenter, bias cahaya bagus tembus sampai 3-4 cm tetapi setelah digosok menjadi mata cincin warnanya batu pucat karena batu masih muda.

Batu Pido Palamea proses Kristal/menjadi bening lebih lama dari Batu Palamea.
Tingkat kekerasan batu bacan Doko sangat tinggi dibandingkan batu bacan Palamea, ketika proses pemotongan bongkahan, batu tersebut menyala hampir seperti memotong besi.
Lokasi penambangan batu bacan biasanya terletak di belakang atau samping Desa.

Medan untuk menempuh lokasi penambangan cukup sulit karena melalui bukit, bergunung, melewati lembah dan sungai.

Selain batu bacan yang dihasilkan dari lokasi penambangan, rupanya banyak juga ditemukan batu Mangan (Mg). Para penambang menyebut nama batu Mangan adalah “ batu Angus “.

Gambar batu bacan doko hijau cincau

Gambar batu bacan palamea

Jika anda ingin membeli batu bacan yang asli bisa menghubungi saya ( Yuris  085240543725)  karena saya mendapatkan batu bacan langsung dari pulau Kasiruta yaitu desa Palamea dan desa Doko.


Jual Batu Bacan Doko dan Bacan Palamea

Photobucket

Batu Bacan berasal dari Pulau Kasiruta, Pulau Bacan, Halmahera Selatan. Batu Bacan sangat unik ketika digosok dengan serbuk intan, meskipun sangat lama digosok, batu tetap dingin tidak ada rasa panas ..berbeda dengan batu mulia yang lain. Makanya orang Taiwan/ China pada ‘berburu’ batu bacan karena batu bacan mirip  Giok, sehingga disebut juga Giok Indonesia.

Ini  koleksi Batu Bacan HIJAUku untuk dijual:

Batu Bacan Doko

1.  Cincin dengan mata bacan Doko Proses

Ukuran 2,4×1,8×1 cm

Harga net 1,5 jt. Ring Perak

 

 

2.  Mata Cincin Bacan Doko

Proses Super 1 warna

Dimensi 2 x 1,7×1 cm

Harga nett 1,5 jt

 

3. Mata cincin Bacan Doko

Proses ke Super 1 warna

Dimensi 2×1,5×1 cm

Harga nett 1,5 jt

 

4. Mata cincin Bacan Doko

Dimensi 1,7×1,4×0,7 cm

Proses super 1 warna

Harga nett 1,25 jt

            5.Mata Cincin Bacan Doko

Dimensi 1,7×1,2×0,5 cm

Batu proses

Harga  nett 1 jt

 

 

 

Batu Bacan Palamea

1. Cincin dengan Mata Bacan Palamea, Satu Warna  Proses ke super, Mulus

Dimensi 2,4×1,8×1 cm. Ring Perak. Harga nett 1,5 juta

2.  Mata cincin Bacan Palamea Super

Dimensi  1,4x1x0,5 cm

3.  Mata cincin Bacan Palamea Super 2

Dimensi 1,4x 1×0,5 cm

 

 

 

 

 

 

 

Keunikan Batu Bacan

Photobucket

Batu bacan berbeda dengan batu  lainnya. Keunikan batu bacan adalah mengalami proses metamorfosis, batu mengalami perubahan dan biasanya  berubah menjadi lebih baik. Contoh proses tersebut : Batu bacan  pertama kali di dapat tampak jelek, kasar, dan warna hitam. Tetapi, seiring dengan waktu yang tadinya berwarna hitam bisa menjadi hijau, yang tadinya permukaan kasar bisa menjadi halus. Sehingga banyak orang mengatakan batu bacan adalah batu hidup.

Hal  itulah yang menyebabkan harga batu bacan bisa menjadi mahal. Biasanya batu bacan yang kualitas super mencapai puluh hingga ratusan juta/ kg. Batu bacan bila dibandingkan dengan batu lainnya, misalnya dibandingkan dengan batu jawa/kalimantan  : batu jawa/kalimantan pertama kali didapat warnanya hijau dan bening atau permukaanya kasar, seiring dengan waktu warna dan permukaannya begitu saja/tidak berubah dari pertama kali didapat.

Batu bacan mulai dikenal era 2000an pasca kerusuhan Maluku/Maluku Utara. Awalnya Turis dari Jawa dan turis Manca Negara datang ke Pulau Kasiruta, Bacan Barat. Mereka diperlihatkan batu bacan  oleh penduduk setempat  dan  turis berani membeli mahal batu tersebut. Sehingga Lama kelamaan harga menjadi mahal. Sampai sekarang pun turis  manca negara dan Jakarta selalu datang mencari batu bacan  (‘berburu batu bacan”).